Follow me on Twitter RSS FEED

ANALISIS BASIS DATA

Posted in
ANALISIS BASIS DATA

I. Pengertian Basis Data.
Basis data adalah kumpulan data yang saling berhubungan, diorganisasi sedemikian rupa, disimpan dalam suatu media penyimpanan tertentu tanpa penguangan (redundancy), agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah. Basis data senditi diartikan dalam sejumlah sudut pandang seperti :
- Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan dan diorganisasikan sedemikian rupa, agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan mudah dan cepat.
- Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersamaan demikian rupa dan tanpa pengulangan atau redudansi yang tidak perlu memenuhi berbagai kebutuhan.
- Kumpulan file/table/arsip yang saling berhubungan yang disimpan pada media penyimpanan elektronik.
- Spesifikasi tipe data dan struktur dan pembatasan (constrains) dari data yang disimpan.
Perkembangan teknologi basis data tidak lepas dari perkembangan peraengkat lunak. Pekembangan teknologi jaringan komputer dan komunikasi data merupakan salah satu penyumbang kemajuan penerapan basis data, yang kemudian melahirkan sistem basis data terdistribusi. Berikut dibawah ini adalah gambaran perkembangan dari basis data yang dibuat dalam sebuah tabel :
Masa Perkembangan Basis Data
1960-an • Sistem pemrosesan berkas
• DBMS
• Layanan informasi secara on-line berbasis manajemen teks
1970-an • Penerapan sistem pakar pada DSS
• Basis data berorientasi objek
1980-an • Sistem Hypertext
1990-an • Sistem basis data cerdas
• Sistem basis data multimedia cerdas

Dalam sistem basis data, adapun operasi-operasi dasar yang kita dapat lakukan berkenan dengan basis data yang meliputi :
1. Pembuatan basis data baru (Create Database)
2. Penghapusan basis data (Drop Database)
3. Pembuatan File/tabel baru (Create Table)
4. Penghapusan file/tabel baru (Drop Table)
5. Penambahan/pengisian data baru ke sebuah file/tabel (insert).
6. Pengambilan data dari sebuah file/tabel (retrive/search).
7. Pengubahan data dari sebuah file/tabel (Update).
8. Penghapusan data dari sebuah file/tabel (Delete)
Operasi yang berkenan dengan pembuatan objek (basis data dan tabel) merupakan operasi awal yang hanya dilakukan sekali dan berlaku sterusnaya. Sedangkan operasi-operasi yang berkaitan dengan isi tabel(data) merupakan operasi rutin yang berlangsung berulang-ulang dan karena itu operasi-operasi inilah yang mewakili aktivitas pengelolaan (manajemen) dan pengolahan (Processing) data pada basis data.
Oleh sebab itu, basis data mempunyai keuntungan-keuntungan tertentu dalam menagaplikasikan basis data tersebut dalam kehidupan kita, yaitu meliputi :
1. Kecepatan dan kemudahan (Speed)
2. Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space)
3. Keakuratan (Accuracy)
4. Ketersediaan (Availability)
5. Kelengkapan (Completeness)
6. Keamanan (Security)
7. Kebersamaan (Sharability)



II. Istilah-istilah dalam Basis Data.
1. Tabel. Tabel adalah bagian dari sebuah database yang menyimpan data yang dikelompokkan di dalam bentuk baris dan kolom seperti layaknya lembar kerja. Setiap baris mewakili record, dan setiap kolom adalah atribut atau field. Setiap field mengandung satu jenis informasi
2. View. View dapat didefinisikan sebagai tabel maya (virtual) atau logical yang terdiri dari himpunan hasil query. Tidak seperti umumnya tabel di dalam basis data relasional, view bukanlah bagian dari skema fisik. View bersifat dinamis. Ia mengandung data dari tabel yang direpresentasikannya. Dengan demikian, ketika table yang menjadi sumber datanya berubah, maka data di view juga akan berubah.
3. Entitas. Entitas adalah kelompuk dari obyek, dalam dunia OOP disebut class) yang memiliki atribut.
4. Atribut (field). Atribut adalah ciri-ciri kualitatif yang dimiliki oleh suatu obyek, yang mencerminkan sifat-sifat dari obyek tersebut. Field menyatakan data terkecil yang memiliki makna. Istilah lain untuk field yaitu elemen data, kolom item. Contoh field yaitu nama seseorang, jumlah barang yang dibeli, dan tanggal lahir seseorang.
5. Record (rekaman) menyatakan kumpulan dari sejumlah elemen data yang saling terkait. Sebagai contoh, nama, alamat, tanggal lahir, dan jenis kelamin dari seseorang menyusun sebuah record. Istilah lain yang juga menyatakan record yaitu tupel dan baris.
6. Atribut kunci. Atribut kunci adalah atribut yang unik, artinya tidak ada obyek lain yang masih satu entitas memiliki nilai atribut yang sama.
7. Relasi. Relasi adalah hubungan antara tabel yang merepresentasikan hubungan antar obyek di dunia nyata. Macam-Macam Relasi antar tabel:
o One-to-many. Misalkan terdapat relasi antara tabel ibu dan tabel anak dengan nama relasi "mempunyai" dan relasinya one-to-many. Artinya satu record pada tabel ibu boleh berelasi (mempunyai) dengan banyak record pada tabel anak. Namun satu record pada tabel anak hanya boleh berelasi dengan satu record saja pada tabel ibu Gambar relasi one-to-many:

o One-to-one. Jika dua tabel berelasi one-to-one artinya setiap record di entitas pertama hanya akan berhubungan dengan satu record di entitas kedua begitu pula sebaliknya. Conrohnya relasi antara tabel pegawai dan alamat pegawai. Satu record pegawai hanya berhubungan dengan satu record alamat pegawai beitu pula sebaliknya. Entitas 3 merupakan atribut yang unik di entitas 4. Gambar relasi one-to-one:

o Many-to-many. Jika tabel satu berelasi dengan tabel dua dengan relasi any-to-many artinya ada banyak record di entitas satu dan entitas dua yang saling berhubungan satu sama lain. Contohnya relasi many-to-many antara tabel transaksi dan barang. Satu record transaksi bisa berhubungan dengan banyak record barang, begitu pula sebaliknya. Gambar relasi many-to-many:

Dalam basis data, diperlukan suatu teknik analisis penentuan entitas, atribut beserta relasi antar entitasnya. Penentuannya biasa dilakukan berdasarkan Nota dari klien(perusahaan) yang meminta untuk dibuat basis data. Berikut contoh analisa daftar data item, entitas, atribut, dan relasi antar entitas yang ada.

- Data Item:
ID Konsumen, Nama Konsumen, Alamat Konsumen, telp Konsumen, ID cucian, tgl taruh cucian, tgl ambil cucian, jenis cucian, jumlah cucian, harga satuan, harga total, ID pegawai, Nama pegawai.

- Entitas:
1. Konsumen
2. Cucian
3. Rincian Cucian
4. Jenis cucian
5. Pegawai

- Atribut
1. Konsumen (ID, nama, alamat, telp).
2. Cucian (ID cucian, Tgl Taruh Cucian, Tgl ambil Cucian).
3. Rincian Cucian (No, Jenis, Jumlah, Sub-total Pembayaran, Total Pembayaran).
4. Jenis cucian (Nama Jenis, Harga persatuan).
5. Pegawai (ID pegawai, Nama pegawai)

- Relasi antar entitas
1. Relasi antara Konsumen dengan Cucian. Satu Konsumen bisa mempunyai banyak Cucian dan satu Cucian hanya dapat dimiliki satu Konsumen. Relasi : One – To – Many. Relasi antara Cucian dengan Rincian Cucian
2. Satu Cucian bisa memiliki banyak Rincian Cucian dan satu Rincian Cucian hanya dapat dimiliki satu Cucian
3. Relasi : One – To – Many
4. Relasi antara Rincian Cucian dengan Jenis Cucian
5. Satu Rincian Cucian hanya mempunyai satu Jenis Cucian dan satu jenis Cucian dapat dimiliki oleh banyak Rincian Cucian
6. Relasi : Many – To – One
7. Relasi antara Cucian dengan Pegawai
8. Satu Cucian hanya ditangani oleh satu Pegawai dan satu Pegawai dapat menangani banyak Cucian
9. Relasi : Many – To – One

RESUME / RANGKUMAN.
Dari penjelasan diatas maka penulis dapat menganalisis bahwa basis Data merupakan “relasi dari berbagai data yang dikumpulkan dalam bentuk suatu kelompok data, untuk saling berhubungan dalam sebuah sistem aplikasi, yang bertujuan untuk melancarkan/ memenuhi suatu proses perkerjaan tertentu”. Oleh sebab itu, penerapan basis data paling banyak digunakan pada berbagai bidang dalam hal memanfaatkan basis data secara efesiensi, akurasi, dan kecepatan operasi antara lain yaitu :
1. Kesehatan
2. Perkantoran
3. Penerbangan
4. Kemiliteran
5. Perbankan
6. Telekomunikasi, dll.
Basis data ini juga mempunyai tujuan awal dan utama dalam pengelolaan data yaitu kita dapat memperoleh / menemukan kembali data yang kita cari dengan mudah dan cepat. Secara umum dalam setiap kehidupan kita, bisa menggunakan konsep basis data dalam pengelolaan informasi, karena semua sistem tersebut tidak bisa lepas dari fakta. Dalam mengaplikasikan basis data ini, penggunaan bahasa yang dipakai untuk pengguna/user agar dapat berinteraksi dengan data-data yang ada (DBMS) maka, bahasa yang dipakai dalam basis data ini adalah : SQL, dBase, Quel, dsb. Bahasa basis data inipun dipilah menjadi 2 bentuk yaitu : DDL (Data Definition Language) dan DML (Data Manipulation Language).
- DLL (Data Definition Language).
Dalam bahasa ini kita dapat membuat tabel baru, memubuat indeks, mengubah tabel, menentukan struktur penyimpanan tabel, dsb. Sedangkan
- DML (Data Manipulation Language).
Berguna untuk memaipulasi dan mengumpulkan data pada suatu basis data, berupa : penyisipan / penambahan data baru (insert), penghapusan data (delete), dan pengubahan data (update).
Karena itu, dalam sebuah DBMS umumnya memiliki sejumlah komponen fungsional (modul) sbbb :
1. File Manager : Mengelola alokasi ruang dan struktur data yang dipakai untuk mempresentasikan informasi yang disimpan dalam disk.
2. Database Manager : Menyediakan interface data antara low-level yang ada di basis data dengan program aplikasi dan query yang diberikan ke sistem.
3. Query Processor : Menerjemahkan perintah query language ke perintah low-level yang dimengerti oleh database manager. Juga membuat query yang dibuat oleh user menjadi lebih efektif.
4. DML Precompiler : mengonversikan perintah DML dan berinteraksi dengan query processor.
5. DDL Compiler : Mengonversi perintah DDL ke sekumpulan tabel yang mengandung metadata (data yagn mendeskripsikan data yang sesungguhnya).





RED MORE..

0 komentar:

Poskan Komentar